Perjaka
Arjuna adalah lelaki tangguh, tampan dan cerdas. Kesehariannya adalah membantu Ayahandanya mengurus perkebunan kelapa sawit yang luasnya hingga berpuluh-puluh hektar itu. Iya adalah anak sulung dari dua bersaudara, dan adiknya yaitu bernama Toni yang sedang duduk di Bangku universitas di semester awal.
Arjun yaitu lelaki yang telah memiliki usia dewasa. Namun dirinya tidak terburu-buru dengan yang namanya pernikahan. Sebenarnya banyak gadis yang mengantri ingin menjadi istrinya. Namun Arjun tidak mau menerimanya. Sebenarnya Arjun telah memiliki sang tambatan hati, namun kini mereka terpisah karena keadaan, Cinta namanya, Iya adalah anak dari keluarga yang sangat sederhana.
Ayah Cinta bernama Sugito dan Ibu bernama Sita. Ayah Cinta hanya seorang pekerja buruh biasa, dan untuk mencukupi kebutuhannya sehari-hari pun agak kesulitan, tetapi pak Sugito tidak menyerah dengan keadaanya. Iya tetap berusaha keras untuk bisa menyekolahkan anak semata wayangnya yaitu Cinta.
Hingga Cinta bisa meraih gelar sarjana sesuai yang iya Cita-citakan. Dan karena mengalami kesulitan ekonomi yang serius untuk pembiayaan kuliah Cinta, pak Sugito pun akhirnya berunding dengan sang istri untuk menjual rumah yang iya tempati itu. Demi untuk kelanjutan kuliah anaknya. Dan istri pak Sugito pun menerima keputusan suaminya itu, karena demi untuk kelanjutan masa depan sang anak.
Akhirnya pun rumah pak Sugito terjual dan iya berpindah tempat ke Daerah lain. Disana iya membeli rumah yang ukuranya lebih kecil dari rumah yang iya tempati saat ini. Cinta pun sebenarnya merasa berat untuk pergi meninggalkan desa yang telah iya tempati selama bertahun-tahun ini. Tetapi apalah daya karena iya juga ingin tetap melanjutkan pendidikannya hingga selesai perguruan tinggi.
Walau terasa berat untuk berpisah dengan teman-temanya dan juga dengan Arjun, Cinta harus rela melakukanya demi meraih sebuah cita-citanya. Hingga hari perpisahan itu pun telah tiba. Karena merasa berat untuk berpisah dengan Arjun, Cinta pun memberikan sebuah kenang-kenangan ke Arjun, yang berupa dompet dan satu buah foto dirinya. Semua itu dengan maksud supaya Arjun akan selalu mengingat pertemanannya dengan Cinta.
Dan di hari perpisahannya itu, Arjun pun menyempatkan waktu untuk untuk berkunjung ke rumah Cinta, namun di rumah Cinta hanya ada Cinta seorang, Ibu dan Ayah Cinta kebetulan sedang keluar rumah karena ada urusan. Dan saat itulah Cinta memberikan kenang-kenanganya kepada Arjun.
Di saat itulah Cinta dan Arjun saling mengobrol berdua sebelum perpisahanya. Namun sebelum orang tua Cinta kembali pulang ke rumah, Arjun pun sudah berpamitan pulang terlebih dahulu ke Cinta. Karena Arjun merasa tidak enak dengan tetangga jika berlama-lama berduaan dengan seorang gadis, walau gadis itu adalah dambaan hatinya. Dan Arjun pun akhirnya belum sempat bertemu dengan ke dua orang tua Cinta.
Perasaan yang menyayat hati pun Arjun rasakan, karena berpisah dengan Cinta. Namun apalah daya, dengan merasakan kepedihan itu, Arjun pun tetap belum berani menyatakan perasaanya ke Cinta. Karena Arjun berusaha memahami keadaan keluarga Cinta.
Arjun di kampus adalah kakak kelas dari Cinta. Jadi karena sering bertemu di kampus itulah, Arjun lama kelamaan jatuh hati ke Cinta. Begitu juga dengan Cinta, iya pun juga jatuh hati ke Arjun. Tetapi keduanya sama-sama menahan perasaanya masing-masing.
Setelah kepergian Cinta Arjun pun hanya bisa memandangi foto dan merawat dompet yang diberi oleh Cinta. Dan begitu juga dengan Cinta Karena waktu itu iya belum mempunyai hanphone jadi dalam perpisahanya itu, iya hanya bisa mengingat kenangan-kenangan bersama Arjun dan menyimpan wajah Arjun dalam hatinya.
Hingga akhirnya dua tahun pun telah berlalu dari kepergian Cinta yang pindah rumah ke daerah lain. Dan pada suatu hari Arjun pun sangat sibuk dengan pekerjaanya, hingga akhirnya dompet Arjun yang iya selipkan dikantongnya pun terjatuh, dan Iya tidak menyadari itu. Hingga waktu larut sore Arjun pulang ke rumah beristirahat sejenak lalu beranjak mandi.
Dan disaat itulah Arjun baru teringat akan Dompetnya yang iya Taruh di saku celananya dan ternyata sudah tidak ada. Arjun pun langsung cepat-cepat untuk mandi dan kembali lagi ke kantor untuk mencari barang miliknya yang hilang itu. Tetapi ternyata sampe Arjun kelelahan dalam mencarinya, Dompet Arjun pun tidak di ketemukan juga.
Karena waktu telah mulai petang, Arjun akhirnya kembali kerumah dengan tangan kosong dan dengan perasaan kecewa karena dompet yang sangat iya sayangi tidak di ketemukan. Hingga berhari-hari setiap iya pergi ke kantor Arjun selalu berusaha mencari di tempat-tempat yang belum iya cari, hingga teman-teman kerja Arjun pun ikut mencarinya, tetapi hasilnya tetap nihil.
Menurut Arjun ada satu teman yang gerak-geriknya mencurigakan yaitu Sila namanya. Sila bekerja di bagian Administrasi juga seperti Arjun dan lebih tepatnya iya bawahan Arjun. Sila adalah wanita pendiam namun menghanyutkan, yang artinya dia berani melakukan suatu tindakan yang menurutnya benar walau kenyataanya itu tidak benar.
Namun Arjun tidak mau menegur wanita itu walau wanita itu adalah rekan kerjanya. Karena Arjun khawatir semua itu hanya akan memperkeruh suasana di kantornya dan mengganggu pekerjaanya. Dan berhari-hari Arjun pun hidup dalam diam karena memikirkan pemberian atau kenang-kenangan dari Cinta yang kini telah lenyap darinya. Dan karena Arjun tidak bisa lagi menahan perasaanya ke Cinta. Arjun pun memutuskan untuk mencari Alamat rumah Cinta yang sekarang. Yang padahal Arjun tidak mengetahui Alamat lengkap Cinta saat ini, namun Arjun yakin dengan tekadnya yang sangat besar dan kuat itu, Iya akan bisa menemukan Alamat sang dambaan hati.
Dan ke esokan harinya setelah Arjun selesai mandi, Iya pun lanjut sarapan dan sembari minta izin ke Ayah dan Ibunya untuk pergi ke rumah teman. Dan akan pulang dengan larut malam. Ayah Arjun pun memperjelas urusan yang dimaksud oleh Anak laki-lakinya itu, karena iya tidak bisa melepaskan anak bujangnya dengan pulang larut malam. Walau Arjun telah berusia dewasa, namun perasaan khawatir orang tuanya pun tetap ada.
Arjun pun memberi alasan yang sangat kuat ke Ayahnya hingga akhirnya Ayah Arjun pun memberikan izin ke Arjun. Dan bagi Ibu Arjun apa yang menurut Arjun itu baik, Ibunya pun tidak mempermasalahkannya. Dengan rasa lega Arjun pun terus bersiap dan bergegas untuk pergi menuju tempat temanya terlebih dahulu, yaitu Vito namanya. Vito lah yang akan Arjun ajak untuk menemaninya dalam pencarian alamat rumah Cinta. Iya adalah teman Arjun sejak duduk di bangku kuliah dulu.
Namun sebelum Arjun beranjak dari rumah, iya pun berpamitan ke kedua orang tuanya terlebih dahulu dan meminta doa dari orang tuanya yang supaya iya selamat diperjalanan dan bisa pulang kembali ke rumah. Dan sebagai orang tua, tanpa diminta oleh anaknya pun Iya telah mendoakan ke anaknya sesuai dengan apa yang diinginkan oleh anaknya itu. Dan setelah Arjun berpamitan dengan Ayah dan Ibunya, iya pun terus meluncurkan motornya ke temapt Vito.
Setelah Arjun sampai di rumah Vito dan tanpa menunggu lama, Vito pun telah bersiap, dan mereka pun terus berangkat menuju tempat yang Arjun maksudkan. Dan tujuan Arjun yang pertama adalah menuju ke kampus di mana dulu Arjun dan Cinta sama-sama kuliah disana. Karena itulah salah satu tempat dimana Arjun bisa mendapatkan solusi atau alamat Cinta. Alhamdulillah sesampainya Arjun dan Vito di halaman kampus itu, mereka mengetahui dua orang teman Cinta yang sedang mengobrol ditempat parkir tersebut. Tanpa menunggu lama, Arjun pun langsung memanggil teman Cinta itu dan menanyakan tentang Cinta.
Namun jawaban dari teman Cinta itu ternyata tidak sesuai dengan apa yang diharapan oleh Arjun. Yang artinya, teman Cinta tidak mengetahui dengan lengkap alamat rumah Cinta yang sekarang ini. Dan setelah itu Arjun dan Vito terus bergegas meluncur ke alamat tersebut. Walau tidak lengkap Arjun selalu optimis (percaya) akan usahanya. Setelah sekitar tiga jam lebih dalam perjalanan, mereka pun akhirnya sampai di Daerah atau alamat yang iya cari. Namun karena Arjun merasa lelah dan letih akhirnya iya berhenti dan beristirahat di sebuah rumah makan yang berada di pinggir jalan raya itu.
Arjun pun juga sembari bertanya tentang alamat Cinta ke pemilik warung nasi dimana iya beristirahat itu. Namun ternyata alamat yang Arjun maksudkan itu masih jauh dari tempat yang iya singgahi tersebut. Memang Arjun telah masuk di Daerah yang iya cari, tetapi untuk nama orang yang iya maksudkan belum ada tanda-tanda yang mengetahui atau mengenal nama dari keluarga Cinta. Setelah lelah dan letih yang iya rasakan berkurang, mereka pun melanjutkan perjalanannya kembali. Dan selama di perjalanan itu Arjun juga selalu bertanya ke orang tentang Alamat dan nama dari keluarga Cinta. Tetapi hasilnya pun tetap sama yaitu belum ada yang mengetahui tentang keberadaan rumah Cinta.