Adam membalas tatapan Ana dengan intens berusaha menyelami isi hatinya, ia ingin mengetes apakah ada getar terhadap gadis cantik bermata bulat itu. Sayangnya ia tak merasakan apapun. Perasaan terhadap Ana hanya sebatas teman, tak lebih. Ana memang cantik, seksi dan menarik namun itu tak cukup menggetarkan hatinya. Sementara itu Ana tidak kuat mendapat tatapan dari orang yang dicintainya. Ia pun memotong kontak mata dari sang pujaan hatinya dan mengalihkan pandangannya ke arah lain. Jantungnya selalu memompa lebih cepat jika mendapat tatapan dari Adam. "Atau kalau Abang bingung juga jangan dijawab sekarang aja. Bisa besok atau lusa Memutuskan sesuatu bukan perkara yang mudah, harus dipikirkan dengan matang supaya tidak menyesal di kemudian hari. Seperti aku yang ga tahu malu main tembak

