Adam mulai menempati apartemen Lucky. Dibantu oleh Ana hari ini ia resmi pindah dari rumah kost-kostannya yang terletak dekat kampus. Tak banyak barang yang dibawa, hanya satu buah koper besar berisi pakaian dan buku-buku miliknya serta peralatan pribadi lainnya. Perabotan yang ia miliki dulu di kontrakan lama telah disumbangkan kepada Mamat, pegawainya di kios buah. Kini ia seperti pengembara hanya membawa pakaian dan juga kendaraannya. Uang yang ia terima beberapa waktu lalu masih tersisa setelah melunasi utang-utang dan modal usaha buahnya. Ia masih belum menemukan bisnis lainnya. Sempat memikirkan untuk membeli rumah namun ia masih ragu karena ia masih sendiri dan khawatir rumahnya itu mubadzir jarang diisi. Dengan uang terbatas tentu saja rumah pribadi yang bisa dibelinya akan jau

