Bab 92

1195 Kata

Suasana malam ini kembali hening, karena hanya dihuni oleh tiga orang. Keadaan rumah sudah rapi dan bersih seperti sedia kala. Semua tamu sudah bubar ke tempat masing-masing. Tri kini berbaring di atas tempat tidurnya, sebuah ranjang tua dengan kasur busa lepet yang ia pakai sejak duduk di bangku SMP dan sampai hari ini belum sempat diganti. Beruntung kemarin malam saat Leo menginap anak itu tak melakukan aksi protes apapun karena bocah gendut itu terbiasa tidur tergeletak dimana saja, mau kasur seperti apapun ia tak masalah dan tetap bisa tidur dengan nyenyak. Pandanga Tri beralih menatap cincin berlian pemberian Lucky, lebih tepatnya dari Pak Rudi Dirgantara yang melingkar indah di jari manisnya sebagai tanda pengikat hubungan dirinya dengan bosnya di Toko Brownies. Senyuman mengembang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN