Bi Nining segera membukakan pintu rumah lebar-lebar mempersilahkan semua yang datang untuk masuk ke dalam. Meskipun rumah itu tak ditempati oleh Aki Somad dan Nini Icih, namun suasana rumah tetap bersih dan terjaga karena Bi Nining merawatnya dengan baik. Setiap pagi hari dan sore ia menyapu dan mengepel lantai. Kaca jendela tak lupa dilap, pun dengan halaman rumah setiap pagi selalu disapu dengan bersih. "Alhamdulillah, Aki, kita teh sudah ada di kampung sendiri." Nini Icih tampak menitikkan air matanya pertanda haru dan gembira. Dua bulan berada di perantauan membuatnya rindu akan kampung halamannya. Rencananya ia akan kembali tinggal di kampung, mengingat situasi sudah aman karena Juragan Kardi sebagai sosok yang selalu menebar teror telah dijatuhi hukuman kurungan. "Terima kasih Nini

