Keduanya berlari pagi bersama, melangkah bersisian dan canda tawa di antara mereka. Tanpa mereka sadari sepasang mata tengah memperhatikan mereka dari dalam mobil mewah. Tampak Nikolas duduk di kursi taman seraya menyeka keringatnya, Rosalin masih berdiri dan melakukan hal yang sama. "Gue cari minum dulu di sana. Tadi sih kita buru-buru pergi, jadi lupa bawa minum dari rumah." "Biar saya saja yang beli minumnya." Nikolas hendak bangun dari duduknya. Rosalin segera mencegah. "Udah nggak apa-apa, lo duduk aja. Biar gue yang pergi." Tanpa lama lagi Rosalin berlari meninggalkan Nikolas di bangku taman. Gadis itu berhenti di sebuah warung dan membeli dua botol air mineral. "Makasih ya, Neng," kata si tukang warung. "Sama-sama, Bu," sahut Rosalin lalu melangkah pergi hendak kembali ke temp

