"Nik, berapa hari kita di Bali?" tanya Rosalin sambil memasukkan pakaian ke dalam koper. "Seminggu," sahut Nikolas yang juga tengah memasukkan pakaiannya juga. "Kita di sana ngapain ya, Nik?" tanya Rosalin masih sibuk memasukkan barang-barangnya yang akan dibawa esok hari. "Ya lakukan sesuatu layaknya pasangan pengantin baru," celetuk Nikolas. "Kikikik!" Rosalin terkikik geli mendengarnya, Nikolas menghentikan gerak tangannya dan menatap Rosalin dengan kesal. "Kenapa ketawa?" Rosalin menggeleng cepat, seraya berdehem. "Nggak kenapa-kenapa, gue lucu aja bayanginnya." Nikolas kemudian tersenyum miring dan Rosalin tidak memperhatikan itu. "Sekarang kamu boleh tertawa lucu, tapi jangan sampai kamu marah kalau kamu saya buat nangis nanti." "Dih, emang diapain gue bisa nangis? Kagak! Kag

