Esok hari yang cerah, Nikolas dan Rosalin sudah siap berangkat berbulan madu sesuai keinginan Alya dan Danu. Harapannya sih supaya mereka pas pulang membawa hasil berupa calon cucu dalam perut. Namun, kita lihat saja nanti. Nikolas juga belum memutuskan membuka aslinya dia pada Rosalin, bahkan dia tidak tahu kenapa Rosalin mau menikah karena dia itu dianggap tidak normal. Yang dia tahu Rosalin mau menikah cuma karena tidak mau dinikahkan dengan pria pilihan lain. "Mang, hati-hati bawa mobilnya," pesan Alya pada supir pribadi keluarganya. "Siap, Nyonya Besar. Insya Allah," pria paruh baya itu seraya mengangguk sopan. "Niko, Lin, kalian hati-hati juga di sana. Yang akur-akur jangan berantem," peringat Alya lagi pada anak mantunya yang hanya mengulum senyum. "Ya kali bulan madu berantem,

