Nikolas mangut-mangut bae, Rosalin mengembuskan napas lelah. "Udah, terus di mana kamar gue?" tanya Rosalin seraya bersiap menggeret kopernya. "Kamar kita maksudnya!" ralat Nikolas. "Kaga, kamar gue seorang, di mana?" tegas Rosalin. "Kok, gitu?" protes Nikolas tak suka. "Kok gitu, kok gitu. Ya gitu lah! Kan kita ini menikah cuma formalitas aja. Nah, kita sekamar cuma kalau di rumah lo doang atau kalau kita nginep di rumah orang tua gue. Kalau di luar mah ya bebas kali, siapa juga yang mau ngurus!" "Tapi, Lin--" "Tapi, tapi apaan, ayo buruan tunjukin kamar gue di mana? Gue dah capek nih mau rebahan," desak Rosalin. "Terserah kamu mau pilih yang mana, Lin," sahut Nikolas dengan nada lemas. Rosalin mencebikkan bibirnya saat melihat Nikolas yang terlihat sedih. "Ceeileeeh, segala sedih

