Setelah bertelefonan keduanya keluar rumah masing-masing, hari pagi masih umun-umun, terasa segar pada paru-paru saat menghirupnya. Rumah Rosalin dan Levin memang berjauhan sehingga Levin harus mengendarai motornya menuju taman komplek rumah Rosalin. Pria tampan itu sudah siap melamar pekerjaan. Memakai kemeja putih, celana bahan hitam dan sepatu pantofel, persis seperti mau melamar kerja ke perkantoran. Ya memang dia lebih cocok kerja diperkantoran, kedua orang tuanya sudah jatuh bangun agar bisa menguliahkannya agar bisa bekerja di tempat yang bagus. Namun, apa boleh dikata. Nasib tetap yang menentukan. Saat ini Levin sudah sampai di taman, dia memarkir motornya di tepian jalan dekat pohon besar. Pria tampan itu membuka helm hitamnya dan mengedarkan pandangannya melihat ke arah jalan

