"Apa?! Iler?!" Rosalin tersentak dan mengusap-usap sudut bibirnya. "Mana? Kaga ada juga!" Rosalin jadi emosi jiwa gara-gara kelakuan Nikolas. Bahwasanya malu juga kalau beneran dia ileran, Rosalin menatap Nikolas penuh selidik membuat pria itu terkekeh. "Tapi, bohong!" selorohnya. Mendengarnya membuat Rosalin jadi kesal, segera pukulannya melayang meninju lengan Nikolas. "Ih, dasar lo ya, ngerjain gue!" Nikolas tertawa kalem dan membuat Rosalin tertegun. Kenapa gue sering merasa kalau si Niko ini pria normal yang bisa punya rasa sama cewek, beberapa kali gue menangkap basah dia berkelakuan dengan semestinya, batin Rosalin. Melihat Rosalin yang sepertinya berpikir mencurigainya, Nikolas pun tersenyum. "Ada apa kamu menatap saya seperti itu? Kamu buat saya takut saja," kata Nikolas seray

