"Lo apaan sih, Nikeu!" sentak Rosalin merasa sedikit gugup dan kesal. Nikolas mengusap wajahnya frustasi. "Ma-maaf, saya--" "Lo!" Rosalin menunjuk Nikolas dengan curiga. Nikolas menoleh dan menggeleng. "Ti-tidak, sa-saya hanya ingin mengambil itu." Nikolas menunjuk pada kepala Rosalin. "Apaan?!" ketus Rosalin lagi. Nikolas mengulurkan tangannya dan mengambil benang putih yang ada di rambut Rosalin. "Ini," kata Nikolas seraya memberikan sedikit potongan benang dari rambut Rosalin. Rosalin menghela napas lega. "Huh, kirain lo mau--" Rosalin jadi nyengir kuda. Nikolas tampak membuang wajahnya ke samping berusaha menyembunyikan senyumnya yang tak ingin dia tunjukkan sekaligus membuang napas lega. Barulah ia kembali menoleh kepada Rosalin yang masih tersenyum-senyum merasa lucu sendiri.

