"I-iya, Tuan Niko. Silakan, silakan nikmati pestanya. Nona silakan," ucap Kim mempersilakan Nikolas dan Rosalin menikmati jamuan, meski ia merasa aneh dengan perubahan sikap partner bisnisnya ini, Kim tidak berani mengutarakannya bahkan untuk bertanya pada Helmi sekali pun. "Terima kasih," sahut Nikolas sangat ramah. "Permisi, Tuan," pamit Rosalin juga dengan senyum manisnya, dia masih menggandeng lengan Nikolas. Pria itu kemudian mengajak Rosalin untuk menghampiri meja yang menyediakan berbagai jenis minuman. Helmi tersenyum, dia tahu apa yang ada di pikiran Kim. "Pesta Anda sangat meriah, Tuan Kim," puji Helmi, dengan tatapan intimidasi. Mengisyaratkan kalau Kim jangan banyak berkomentar soal apa yang dia lihat dan apa yang dia pikirkan. Sekali saja Helmi mendengar berita miring tent

