"Lev, lo di mana? Lo pergi ke mana sebenernya?" Gerak tubuh Nikolas terhenti saat beberapa centi lagi bibirnya akan mendarat, Rosalin malah mengigau menyebut nama Levin. Seketika itu Nikolas kembali berdiri tegak dan menyugar rambutnya kasar. Dia melepas jas dan juga kemejanya, melemparnya pada sofa dan masuk ke kamar mandi. Air yang dingin membasuh wajah Nikolas yang terlihat marah. Pria itu menatap dirinya di depan cermin wastafel. "Kamu masih saja memikirkan pria itu, Lin. Saya sangat tidak suka kamu masih menyebut namanya. Saya mengerti saya tidak ada di dalam hati dan pikiran kamu, tapi tidak bisakah kamu mencoba membuka sedikit saja celah untuk saya?" Lagi Nikolas membasuh wajahnya dengan air dingin setelahnya mematikan keran dan meletakkan kedua tangan pada sisi wastafel, wajahn

