Kepalaku berdenyut nyeri, mereka memukulku dengan sekuat tenaga. Sungguh pengecut melawanku yang seorang perempuan dengan cara yang seperti ini. Aku tahu Aunt Maureen sudah merasa putus asa sekarang, makanya dia membawaku pulang kembali dengan menculikku. Padahal aku punya ide untuk membawa Ivana keluar dari rumah itu. “bukankah kau bilang ingin berbicara empat mata denganku? Tapi apa yang kau lakukan sekarang, kau terlihat seperti seorang penculik” “kenapa kau sudah sadar secepat ini?” Aunt Maureen yang duduk di sampingku terkejut mendengar suaraku. “apa aku harus berpura-pura pingsan di depanmu sekarang?” “jadi kau berpura-pura sejak tadi? Kami memukulmu dengan sangat keras dua kali” “aku memang pingsan tadi, siapa yang memukulku dengan sekeras itu ke bagian depan kepalaku tadi? Aku

