Begitu aku kembali ke dalam tempat dimana orang-orang sedang berkumpul, orang-orang yang tadi sibuk mengobrol sambil berlalu lalang kesana kemari sekarang membentuk setengah lingkaran memperhatikan Armand dan Dad yang saling berdiri berhadapan dengan jarak diantara mereka. Dad terlihat sangat serius dan menatap tajam kearah Armand yang sedang tertunduk. Apa mereka sedang berargumen dan ucapan Armand tidak bisa di terima Dad sehingga Dad berekspresi seperti itu? Aku memang belum pernah melihat Dad marah sama sekali. “Dad, jangan marahi Armand. Dia hanya salah paham saja dengan hal ini” ucapku begitu menghampiri mereka dan berdiri diantara Dad dan Armand. “berdiri di samping Armand Kimberly. Jangan panggil aku Dad saat seperti ini, aku sedang tidak menjadi seorang Dad sekarang” Aku menge

