Olah Tanah

1026 Kata

    Hari minggu yang cerah. Kuawali pagiku layaknya sebuah narasi dicerita. Belum sempat kekalimat kedua suara tangisan Rizal dan gedoran pintu kamar menjadi penyebab terhentinya narasiku. Ck! "APA!" Sengitku pada Mbak Syila yang disibukkan oleh Rizal yang terus menangis digendongannya. Gak kaya biasanya, anteng gitu.     "Gendong Rizal bentar. Dia rewel karena aku pake masker. Gak suka dia itu lihat aku pake masker." kata Mbak Syila pelan, dengan gerakan bibir seminim mungkin khas orang yang sadar kalau dirinya sedang memakai masker. Jangan lupakan kalau dia sekarang mengangkat Rizal didepanku.     Kuambil saja si bayi setengah tahun itu. Yang dengan polosnya mau aja digendong sama tantenya yang belum mandi masih bau bantal ini. "Titip ya." pamit Mbak Syila kemudian berlalu kekamarnya.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN