Dibukanya Jalan?

1413 Kata

    "Ngapain kamu tadi sama anak saya? Mbok rayu? Bilang apa tadi? Cantik? Jelaslah wong dia itu dari kecil tak rawat sama mamanya juga." ucap Pak Nasrin dengan nada jumawa. "Iya, Pak." jawab Galih sambil mendekati Pak Nasrin, hendak bersalaman dengan Pak Nasrin. Menyambut uluran tangan dari Galih, Pak Nasrin meremasnya sedikit keras. Hendak menunjukkan agar Galih tak macam-macam dengannya. Ibarat kata, berani macam-macam, restu tak datang. "Duduk dulu disitu kamu." tunjuk Pak Nasrin pada sofa yang nerada ditengah ruang tamu, "masih bisa main catur, kan?"     "Masih, Pak." kata Galih mantap. "Kamu susun dulu caturnya, saya mau kebelakang dulu." tunjuk Pak Nasrin ke bawah meja, tempat kotak catur berada. Sepeninggal Pak Nasrin, Galih mengambil kotak catur dibawah meja ruang tamu dan mulai

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN