Di tengah rasa putus asa, akhirnya Rain mengambil keputusan untuk menyambungkan telepon. Menghubungi seseorang yang paling enggan dia hubungi saat ini. “Halo,” ucap Rain sesaat setelah tersambung. Dalam hati lelaki itu merapal doa. Agar tidak terlihat gentar menghadapi ular betina macam Jane. “Kenapa baru menelpon, baru sadar jika istrimu hilang?” Rai terkesiap saat Jane langsung memberondongnya dengan pertanyaan mengesalkan. “Katakan di mana Tiara, Jane?” geram Rain. Hampir saja lelaki itu berteriak beruntung Nur Annisa yang ada di dekatnya segera menyentuh lengan dan memberi kode agar Rain tidak gegabah. Jane tertawa mendengar pertanyaan Rain. Entah mengapa Rain benci banget mendengar tawa itu, padahal dulu tawa renyah Jane adalah tawa yang selalu dia rindukan. “Penawaran apa yang a

