“Terjadi solusio plasenta, atau juga disebut abrupsio plasenta. Jadi plasenta terlepas dari dinding rahim bagian dalam. Kami menduga hal ini terjadi karena pasien terbentur. Faktor risiko kondisi ini juga menjadi salah satu penyebab terlepasnya plasenta dan ketuban pecah dini. Untuk itu Pasien mengalami pendarahan hebat dan janin kekurangan Nutrisi serta oksigen juga ada beberapa masalah yang masih kami observasi sehingga butuh penanganan khusus di NICU. Begitu pun dengan Ibunya, setelah dilakukan tranfusi darah keadaannya membaik, hanya saja masih lemah dan belum sadar karena efek bius.” Lega, itulah yang Rain rasakan ketika dokter memberikan penjelasan. Dio hanya bisa memandang keduanya berbincang dia tidak faham dengan apa yang dibicarakan. “Bagaimana?” tanya Dio kala dokter meninggalk

