"Bagaimana dengan bayi kita, Bang?" tanya Tia. Rain baru saja tiba, langsung saja ditodong pertanyaan oleh Tia. Lelaki itu segera menghampiri lalu mengecup kening sang istri. Kemudian dipeluknya tubuh lemah Tia, meleburkan kerinduan yang dia pendam berbulan-bulan lamanya. "Ck ... Nasiiib jadi obat nyamuk," seloroh Dio. Saudara sekandung Tia itu berjalan menuju meja dekat tempat tidur menyimpan makanan untuk sarapannya juga menyimpan minuman dan buah di lemari es. "Abang belum menjawab pertanyaanku," ujar Tia. "Tia gak nyambut aku gitu?" protes Dio. "Bang, jawab, ih." Tia mulai putus asa. Berbanding terbalik dengan Dio dan Rain yang tidak putus asa untuk menyembunyikan keadaan sang bayi. "Yah, aku balik deh, ke Indonesia." Dio pura-pura merajuk. Akhirnya menarik perhatian Tia. "Sin

