Tidak seperti biasanya, kali ini orang-orang yang berjalan beriringan menuju security checking lebih banyak. Rain yang berjalan paling akhir tampak gelisah. Tapi dia sadar mau menerobos atrean pun percuma, tidak akan membuat dia sampai di Narathiwat duluan. Ketika mendengar bahwa pesawat akan segera mengudara lelaki itu mendesah lega. Dia memejamkan mata seraya melangitkan doa, agar tidak terjadi hal buruk pada anak perempuannya. Ah, anak itu perempuan dan dia belum sempat memberinya nama. Belum sempat membisikkan azan di telinga sang anak, belum sempat mengelus kulit halusnya. Dia tidak bisa memaafkan diri jika hal yang paling dia takuti terjadi padanya. “Kau tampak gugup anak muda, apakah ini pengalaman pertamamu naik pesawat?” Suara lembut seorang wanita menyapanya. Rain membuka mata

