Matahari sudah tenggelam saat Tia bangun dari tidurnya. Dadanya terasa nyeri karena ASI kembali penuh. Dio dengan Sigap membantu menyiapkan air hangat dalam wadah. Handuk serta alat pompa ASI yang sudah di sterilkan. Tetes demi tetes ASI Tia kumpulkan dengan perasaan bahagia. Setelah selesai dia membubuhkan tanggal pada botolnya sebelum dimasukkan ke dalam lemari pendingin. Tia tidak tahu apakah ASI yang kemarin-kemarin sudah diminum oleh Semesta apa belum. Yang pasti dia akan terus mengumpulkan sumber kehidupan anaknya itu dengan penuh cinta. “Di, kamu mandi dulu, kita antarkan ASI ini ke rumah sakit,” perintah Tia. Dio tidak mendebat, padahal lelaki itu baru saja mendaratkan pantatnya di kursi. Dio membuka menyambar handuk yang terlipat rapi di rak kecil dekat kamar mandi. Sambil menu
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


