Deja Vu

1644 Kata

Mengandalkan bahasa Thai yang pas-pasan Tia meminta sopir untuk mempercepat laju taksi. Sayangnya Tia buta arah, dia tahu rumah Nicky Rain pernah mengantarkan Nicky, sayangnya pemilik mata sayu itu tidak tahu jalan. Dia berputar-putar hingga akhirnya sopir menyerah karena kasihan melihat Argo yang semakin membengkak. “Kembali ke appartemen.” Akhirnya Tia mengambil keputusan. Taksi menepi di depan apartemen. Lampu taman di tengah temaram kalah sendu dengan bola mata milik Tia yang kini hampir kehilangan cahayanya. Perempuan itu putus asa. Gedung bertingkat yang kini menjadi tempat tinggalnya kini seolah jadi penjara yang terus-terusan memberikan siksaan batin untuk Tia. “Aku ingin pulang,” isak Tia. Tia melirik jam pada screen lock di ponselnya. Malam semakin larut, dingin mulai memeluk

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN