Perspektif

1132 Kata

Aji menghela napas. Kalimat Liza terngiang-ngiang di kepalanya. Apa benar sumber dari pikiran buruknya selama ini karena dirinya hanya fokus melihat Azza tanpa benar-benar memperhatikannya? Ia menghela napas kesal, menarik selimutnya hingga menutupi wajah. Ia tidak begitu memikirkan hal berat biasanya. Lagipula, ia juga malas menggunakan seluruh kemampuan otaknya. Duh, Aji jadi semakin pusing dan tidak tenang. Azza berbeda dengan gadis-gadis yang biasa mendekati atau ia dekati. Azza adalah spesies lain dari gadis-gadis yang ia kenal. Harus ia akui, ini pertama kalinya Aji tidak tenang hingga seperti ini. sekian tahun ia percaya bahwa dirinya cukup percaya diri. Ternyata tiba juga saat di mana ia merasa benar-benar insecure. Bahkan sampai sekarang, ia masih belum percaya diri ketika berde

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN