Azza diam, menghela napas berat. Meninggalkan Satria begitu saja rasanya memang kurang baik. Tapi tetap berada di dekatnya juga sama saja dengan menyakitinya. Satria sudah menjelaskan semuanya, dan jujur Azza merasa lega setidaknya pemuda itu tak lagi bersikeras dengan perasaannya. Sampai sekarang ia masih tak percaya jika kawan mainnya itu akan memiliki perasaan semacam itu kepadanya. Memang tidak salah, hanya saja Azza tidak bisa memiliki perasaan yang sama kepadanya. Hanya itu. Lama ia memikirkannya. Hal-hal seperti jatuh cinta tidak pernah ia pikirkan sebelum ia akhirnya malah jatuh hati dengan orang yang ia pikir akan menjadi daftar terakhir yang akan dicintainya. Sabtiar Aji Kusuma jelas-jelas bukan tipenya sama sekali. Ada banyak hal yang kontras di antara mereka, dan jelas Azza me

