Kita Pacaran

1804 Kata

“Jadi… “ Azza menghela napas. ia menatap Aji yang duduk di hadapannya. “Apa tujuan lo ngajak gue kemari selain diam sambil nyengir nggak jelas, hah?” Aji tertawa riang. “Tolong biarkan gue menikmati sensasi di mana gue masih aja nggak percaya kalau Naira Azzarine yang peringkat satu seangkatan, jago main basket, dan super duper dingin itu sekarang udah resmi jadi pacar gue. Wah, mimpi apa gue sebelumnya?” “Apa-apaan. Nggak usah lebay, pacaran sama cewek bukan sesuatu yang baru buat lo, harusnya gue yang bereaksi seperti itu. Gimana ceritanya gue yang derajatnya berkali-kali lebih tinggi ini bisa setuju pacaran sama lo!” Jelas kalimat pedas seperti itu tak akan semudah itu menyakiti Aji. Dia adalah manusia paling kebal dengan hal-hal seperti itu. Aji memegangi dadanya, bertingkah seolah-

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN