Akhir Permainan

1026 Kata

Azza membuka dan menutup mulutnya. Bingung harus mengatakan apa. Mendadak, kemampuannya untuk mendebat segala perkataan lawan bicaranya sirna. Ia jadi lebih mirip bocah polos yang baru pertama kali bergaul di dunia luar dan bingung harus mengatakan apa. “A…tungg—HAH???” Azza reflek mundur dan membuat sentuhan tangan Aji di bahunya terlepas. Aji mengusap wajahnya. “G—gue lagi ngasih pangakuan dan respon lo malah kayak gini, gila lo!” “Fyuhh… gue terkejut sumpah.” Seru Azza gagap. Ia mengusap dadanya. Sejujurnya, ia merasa tubuhnya sedikit bergetar, dan bekas ciuman Aji di bibirnya masih terasa. Aji menghela napas. ia kembali menatap Azza, meski raut malu-malunya tak hilang. Azza baru tahu orang seperti Aji bisa bertingkah manis seperti ini. “Um… gue kalah, Za. Permainan yang kita maink

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN