Di sini mendadak bebas, mendadak tanpa aras Apa yang maya sontak menyembul, terhidu begitu keras ________ Mendelik garang, aku berteriak lantang. "Jangan nengok-nengok sini! Dan inget yah, ini gara-gara kamu. Udah tahu kausku tipis, warna putih pula. Seharusnya kalau emang otak kamu lebih encer, kamu mikir dong sebelum main dorong!" Berdiri menjulang, Norega tampak menyipitkan kedua kelopak matanya. Entah karena efek terlalu silau atau memang dia sedang bersiap menyerang telingaku dengan bom pita suaranya. Apa pun tujuan ekspresi tersebut, jelasnya aku wajib waspada. "Tsk!" Dengusan yang dibarengi oleh helaan napas super panjang mengalun sesaat kemudian. Sumbernya, sudah pasti Rega yang sewaktu coba kutilik, terlihat mulai aktif menggerakan jari-jari terampilnya guna memereteli seba

