Menunggu lama, Natalie belum juga mendapat respon dari Kevin. Lelaki itu masih saja belum menghubunginya kembali. Natalie ingin mengirim pesan, tetapi rasanya terlalu gengsi jika dirinya terlihat begitu mengejar-ngejar Kevin. “Masa bodoh! Lebih baik aku tidur daripada harus memikirkan semuanya! Lelaki semua sama saja! Enggak ada yang bener!” Natalie mengungkap kekesalannya. Bayangannya sekelabat mengingat masa lalunya saat masih kecil. Kenangan buruk kembali menghantuinya. Masa di mana Natalie kecil mengalami ketakutan dan kesedihan. Setiap hari ia selalu melihat ibunya dipukul oleh sang ayah karena meminta uang. Lelaki itu tidak bekerja untuk mencukupi kebutuhan keluarganya, tetapi sang ayah selalu memperlakukan ibunya dengan kasar. Lelaki itu selalu saja menghabiskan waktunya untuk ma

