Akhirnya Natalie berangkat ke kantor dengan hati yang sedang kacau. Ia mencoba tidak peduli dengan apa yang Andrew katakan semalam. Namun, kenyataannya hatinya berkata lain. Natalie masih saja teringat pesan suara dari Andrew. Bahkan gadis itu sempat lupa memakai sepatu saat berangkat bekerja. Ia terlalu memikirkan semua. Kenangan buruk yang ia ingat semalam membuat Natalie harus bersedih kembali. Belum lagi tentang sosok Andrew yang begitu misterius. Membuat kepala Natalie terasa mau pecah. Pekerjaan yang menunggu sebelum acara event membuat Natalie pasti kewalahan. Andrew sebagai penanggung jawab memilih lebih dulu pergi ke puncak dengan alasan yang menurut Natalie tidak jelas. Akan tetapi hal tersebut adalah sebuah kesempatan bagi Natalie untuk mengorek lebih jauh tentang sang kekasih.

