Secangkir kopi hitam tersaji di depan Kevin. Lelaki mature itu menyesap perlahan minuman berwarna pekat tersebut, membuat tubuh Kevin sedikit menghangat. Udara puncak di pagi hari yang terasa dingin membuat Kevin beranjak mencari minuman untuk menghangatkan tubuhnya. Setelah kejadian semalam, kevin menyuruh Adam, bawahannya untuk mengecek keadaan Andrew di villa. Ia beralasan bahwa temannya itu menelepon dan meminta pertolongannya. Ia hanya ingin memastikan Andrew dalam keadaan hidup atau mati. Saat bangun Kevin sengaja tidak menemui Natalie terlebih dahulu. Hal itu ia lakukan agar Natalie bisa beristirahat lebih lama setelah kejadian buruk yang menimpanya. Getaran pada ponsel kevin cukup membuat lelaki itu mengerutkan dahi. “Tumben telepon, ada apa?” Kevin terheran melihat panggilan

