Natalie turun dari motor. Ia tersenyum ke arah pria sederhana yang mengantarnya. Lelaki tampak begitu bahagia bisa mengantar Natalie pulang. Bermodal motor yang ia beli sendiri membuat Jordan bangga mempunyai motor bertangki besar tersebut. Meskipun hanya bekerja sebagai OB, Jordan juga tidak kalah dalam hal pendidikan. Hanya saja keberuntungan belum berpihak kepadanya. Ia harus merintis karirnya dari bawah dan memulai semuanya dari nol. Setidaknya hal itulah yang membuat Natalie sama sekali tidak meliriknya. Namun, hal tersebut tidak membuat Jordan putus asa. Ia senang karena Natalie masih menganggapnya sebagai teman. Walaupun Jordan tahu betul jika berharap menganggapnya lebih adalah hal yang tidak mungkin. “Makasih.” Natalie tersenyum dan membuat Jordan sangat bahagia. Gadis itu seola

