"Hiks hiks hiks, aa-aa-kku c-ceemmbbuuruu s-ssaamma k-kaammuu Mmaass hiks hiks." Lagi-lagi Zahra tidak bisa menahan tangisannya, mengucapkan perasaannya pun sambil terisak-isak. "Aku minta maaf, Ra. Aku benar-benar sedang ke bawa emosi aja." Ucap Maaf Vino karena sudah memarahi dirinya jadi merasa bersalah atas perbuatannya. "A-aakkuu juggaa miintaa maaff, Mass." Zahra meminta maaf dengan nada bicara seguk-segukkan. "Aku sudah maafkan kamu, Ra." Vino semakin mengeratkan pelukannya menenangkan isterinya juga, tiba saja Azzam datang berdiri didepan pintu rumah sakit ada rasa bahagia melihat Zahra bersama lagi, dengan suaminya tapi juga hatinya ikutan sakit melihat mereka berpelukan. "Aku bahagia melihat kamu tidak bertengkar lagi dengan suamimu, tapi hatiku hancur melihat kamu bersama le

