"Tetap saja aku nggak mau ada perempuan lain diruangan ini, kalau tetap aja nggak bawa dia keluar lebih baik kamu juga ikut keluar dari sini. " Ancam Zahra mengalihkan pandangannya, tidak mau menatap wajah suaminya bisa-bisa bikin perasaannya ikut sakit hati. "Sya, kamu keluar dulu yah." Vino meminta tolong pada Rasya untuk keluar sebentar karena kondisi Zahra sedang tidak stabil. "Kurang ajar, berani-beraninya dia mengusir gue. Kalau nggak ada Vino udah gue bunuh lu !!" Batin Rasya, mengepalkan kedua tangannya dengan kuat menahan emosinya juga saat berada di samping Vino. "Baik, Vin. Aku keluar." Tanpa banyak bicara Rasya pun keluar dari ruangan ini, untuk menghargai Vino sebagai sahabatnya. "Rasya sudah keluar, kamu mau apa lagi." Tanya Vino mendekat isterinya berdiri disebelahnya ju

