"Terus Pukul aja Ra, aku pantas dihukum." Vino memang pantas dihukum, sudah beberapa kali menyakiti perasaan isterinya. "Kamu jahat Mas." Zahra terus menerus memukul d**a bidang Vino sampai membiru dibalik baju kaosnya. "Iya, aku tahu. Aku jahat Ra." Vino tidak perduli jika tubuhnya merasakan sakit, yang terpenting Zahra puas membalas dendamnya. "Aku mau pulang hiks hiks..." Rasanya Zahra ingin sekali kembali ke rumah orang tuanya tapi bagaimana dengan anaknya dirumah yaitu Vani. "Aku nggak akan ngizinin kamu pulang ke rumah orang tuamu." Tolak Vino. "Kalo kamu nggak ngizinin aku pulang tolong jangan suruh Rasya pergi dari rumah ini." Pinta Zahra. "Enggak, aku nggak bisa Ra." Tolak Vino bagaimana bisa mengusir sahabatnya dari rumahnya, Ia tidak tega melihat Rasya sendirian dirumah Ma

