"Iya, Ra. Alhamdulillah aku bersyukur banget akhirnya kamu bisa pulang juga." Vino sedang membereskan semua keperluan isterinya karena hari ini sudah diperbolehkan pulang. "Mas, kita pulang ke rumah kita kan bukan ke rumah Mamah kamu?" Tanya Zahra takut jika pulang ke rumah Mamahnya pasti Rasya ada disana juga pikirnya. "Pulang ke rumah kita lah sayang, masa ke rumah Mamah. Yang ada nanti ngerepotin mereka." Vino tidak mau merepotkan kedua orang tuanya. "Alhamdulillah, deh." Batin Zahra tidak mau bertemu dengan Rasya takut nanti malah bertengkar kembali. "Iya, Mas. Aku juga nggak mau merepotkan mereka." Ucap Zahra sembari membantu suaminya membereskan keperluan untuk pulang kembali ke rumahnya. "Ayah, Bunda." Panggil Vani yang sudah berada didepan pintu ruangan ini. "Eh, sayang." Van

