Bodohnya Aku

1040 Kata

"Aku dan Bastian akan menikah." Kata-kata Najwa berhasil membuatku terdiam. Tidak mungkin mantan istriku itu secepat ini mendapatkan penggantiku, kecuali keduanya sudah berhubungan jauh sebelum kami bercerai. Jangan-jangan Najwa memang berselingkuh saat kami masih terikat pernikahan? Aku menatap keduanya bergantian dengan sorot tajam. "Kamu pasti bohong, kan? Kamu mengatakan ini agar aku menyerah, kan?" Terdengar sangat percaya percaya diri ucapanku. Persetan perubahan di raut lelaki yang namanya Bastian itu. "Mas, sebaiknya kamu pulang ke anak dan istrimu. Jangan sampai Laila menuduhku memelet kamu, karena kamu selalu ke sini. Aku ingin hidup tenang." Datar sekali nada suara Najwa, seolah-olah hubungan kami selama enam tahun ini tak berarti lagi. Semua gara-gara Laila! Awas saja wanit

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN