11. Akhirnya bertemu

1348 Kata
Mas Nugie??? seruku memanggil namanya sehingga mama pun ikut menoleh. Dia yang aku lihat sedang menghubungi seseorang karena keliatan bicara lirih lewat handphone yang didekatkan pada telinganya, berhenti sejenak dan menoleh ke arahku karena merasa namanya disebut oleh seseorang. Udah dulu ya. katanya dalam percakapan tersebut yang bisa aku dengar meski sedikit "Eh...hai apa kabar kamu? Sapanya dan langsung berjalan mendekat ke arahku. Nanya kabarku eemhmm berasa aneh sih emang gini ya tanya nya kalo lama nggak ketemu kan emang kita sama-sama ngilang dan nggak tau kabar masing-masing, ya kalik begini emang seharusnya. Pikirku dan segera tersadar harus menjawab apa yang ditanyakan. Eh..ehm baik mas, mas sendiri gimana kabarnya habis kita ketemu sekali itu trus main ngilang aja tanpa kabar juga?" Cerocosku dan tanpa sadar, setelahnya baru aku menutup mulutku karena merasa terlalu banyak tanya. "Aku juga baik kok ehm...eh siapa, Tya ya kalo nggak salah?" Jawabnya sambil mencoba mengingat namaku. Whattt??? Sampai namaku juga hampir lupa, ihh bete deh jadinya tega banget sih mas namaku pun kau tak mengingat, sedihnya daku. Rintihku pilu dalam hati dan tentu saja berefek dengan perubahan mimik mukaku yang memang nggak pernah bisa aku hindari bila aku sedang sedih atau kecewa. "Sorry, aku orangnya lupaan, maaf banget, tapi aku ingat kok kamu sahabatnya Agustin ceweknya Noel kan dan kita ketemu saat ultahnya dia." Tebak mas Nugie yang sedikit bisa mengubah raut wajahku jadi normal lagi. Mungkin dia sadar kalo perubahan moodku yang terlihat sedih ini perlu dikembalikan agar tak salah pengertian. Akhirnya ada sedikit juga yang dia ingat fiuuhh hela nafasku agar sedikit melegakan suasana hatiku. Eh baidewe dia kok aku kamu sih bikin aku geer aja mas Nugie nii, tapi baiklah biar aku tepis rasa itu, ibarat kata jangan ketinggian berharap deh kalo nggak kesampaian kan jatuhnya sakit, aaww dalem banget sih pepatah. "It's ok kok mas lagian kita juga baru sekali ketemu jadi wajar aja kalo ada lupanya." Sahutku sok dewasa, bodo deh malu malu aja sekalian. "Tya ini siapa sayang, mommy kok nggak dikenalin ada cowok cakep?" Mamaku mendadak ikutan nimbrung dan mulai deh ikut godain aku. "Eh iya lupa, ini mas Nugie mom temennya Noel cowoknya Agustin." Jelasku ke mama sambil kutarik pelan lengan mama agar mendekat ke arahku. "Saya Nugie, tante." Tangannya terulur dan menyalimi tangan mamaku tanda sopan kepada orang tua. "Saya mamanya Tya, teman sekolah Tya ya?" Tanya mama penuh selidik. "Ohh bukan kok tan, saya kenal Tya waktu ada acara di ultahnya Noel ehmm pacarnya Agustin." Terang mas Nugie yang terlihat sungkan menyebut pacar saat menjelaskan siapa dia. "Santai aja nak Nugie, tante nggak kolot kolot amat kok tentang status pertemanan anak muda jaman sekarang hanya memang Tya belum tante bolehin untuk pacaran saat ini, biar fokus sekolah dulu deh, gitu kan sayang.” mamaku memperjelas kepadaku. "Iya mom I see, kita kan hanya berteman, kan kata mommy boleh temenan sama siapa aja." Jawabku agar mommy tidak kembali membuatku merona karena malu di hadapan mas Nugie. If you know mom, actually I start to like him as a man. Batinku berbicara dan yaa hanya diriku dan Tuhan yang tau perasaan ini. Oouh melow kan jadinya, enough for me, only admire you mas Nugie from the bottom of my heart. Mas Nugie hanya tersenyum tipis mendengar pernyataanku , dan mulai kembali percakapan yang sempat melebar karena warning dari mama barusan. Ih mommy kayak nggak pernah muda aja sih, "betewe habis darimana Tya, atau emang sengaja ke sini ya, buat jalan jalan? tanya mas Nugie kembali memulai obrolan ringan. "Oh.. tadi habis antar mama periksa kandungan trus kita lunch aja ke sini karna deket sama rumah sakit sekalian jalan jalan juga sih." Jawabku atas tanya mas nugie. "Apaa?? aku nggak salah denger kan mama kamu sedang ..?" Tanyanya sambil membulatkan tangan ke perutnya menggambarkan seseorang yang sedang hamil, lalu menengok ke arah mama dan bertanya langsung ke mama untuk memastikan. "Tante beneran Tya mau punya adik? tanya mas Nugie ke mama secara langsung. "Bener nak Nugie, emang sih agak telat Tya punya adiknya itu juga karena Tya udah minta terus ke tante, baru sekarang bisa terwujud." "Ooo gitu ya tant maaf bukan bermaksud cuma heran dan amaze aja se usia tante gini masih mau mengandung dan beresiko juga kan ya tant, tapi salut saya sama tante, semoga sehat selalu ya tante sama adek bayi." Doanya yang tulus buat mama. Ahh aku jadi terharu deh, santun dan sweet banget sih mas Nugie "Iya makasih ya doanya nak Nugie, kapan kapan main dong ke rumah, Tya ajak ke dong trus kenalin ke papa juga." pinta mama sambil senyum genit. Aku hanya mengulum senyum yang tertahan karena tumben mama bolehin temen cowok main ke rumah. "Iya mom nanti." jawabku lirih "Oya tante sama Tya mau jalan ke mana nih perlu saya antar?" Tawarnya sambil jalan menyusuri mall. "Ohh ini tadinya kita mau masuk ke baby store tadi trus karena keasyikan ngobrol sambil jalan nggak terasa tokonya kelewatan deh." Jawab mamaku santai. wait.. wait ini kenapa yang kesenangan ngobrol kok mommy ya dan aku berasa jadi pengawal deh, mulutku mulai mengerucut sebal berjalan di samping mama. "Maaf aduuh jadi malu nih ngelantur sampe sampe lupa tujuan awal ya Tant." Wajahnya tampak menyesal sambil menyatukan tangan depan d**a tanda permohonan maaf. "Dimaafkan asal besok sore ada acara nggak, kalo nggak ada bisa dateng ke rumah dong sebagai tanda maaf." pinta mama ke mas Nugie dan disambut anggukan dengan garukan di belakang kepala yang aku tau pasti bukan karena gatal atau ketombean, yang pasti mas Nugie sungkan untuk menolak. "Ih mommy apaan sih masak baru kenal udah minta maen ke rumah, malu tauuuk mom." Ujarku sambil menoel lengan mama meminta agar nggak aneh aneh, kan aku yang malu sama mas nugie, yang temen siapa yang ngundang ke rumah siapa, hadeeh mama ini udah kayak cewek kecentilan liat cowok ganteng nganggur deh. Tunggu deh. apa karena mama ngidam ya?? Oh my God jangan bilang karena ini permintaan adikku yang ada dalam perut mama. mommy utang penjelasan sama aku nih. "Eh maaf mas Nugie kalo emang ada acara lain nggak apa apa kok, jangan dengerin mamaku ya "Tya ini adik kamu lo yang minta, kayaknya dia cocok punya calon kakak cowok karena kakak ceweknya bakalan nggak sik diajak maen deh." Tuh kan bener apa dugaanku iihhh mommy ngidamnya centil banget sih. "Eeh nggak kok Tya bisa kok aku besok ke rumah kebetulan juga nggak ada acara lain, oke tante sampai ketemu besok ya, nanti share loc alamat rumah kamu ya tya, see you tomorrow, saya pamit dulu tante kebetulan buru-buru ada perlu ke tempat lain." Pamitnya sambil sedikit membungkukkan badan tanda hormat. "Iya nak Nugie jangan lupa besok ya" "Mas Nugie tunggu." Kejarku untuk meminta nomor kontaknya, gimana bisa share loc kalo no hapenya aja aku nggak tau, " Iyaa?? dia menghentikan langkahnya sesaat "Aku nggak punya nomor hapemu mas, trus nanti share loc ke ojek online gitu, main pergi deh?" Tanyaku sambil cemberut. "Oiya ya kenapa bisa lupa sih." ucapnya sambil tepok jidat perlahan. "Sini in hape kamu!" Aku menyerahkan hapeku dan dia mulai memasukkan no kontaknya agar aku bisa menghubunginya. "Ini udah ya aku masukin no kontak aku, so jangan lupa ntar share locnya." peringatnya sambil kedipin mata nakal. Iihh apaan coba usaha aja mau godain anak gadis orang. tapi aku kok berbunga bunga ya dengan perlakuannya barusan, ohh God what the day?? "I-iya mas nggak lupa kok kan udah punya nomernya." Jawabku pun dengan rona muka yang pasti udah kayak kepiting rebus. "Okee bye dulu Tya." Lambaian tangannya mengakhiri pertemuan singkatku dengan mas Nugie saat ini dan lebih banyak didominasi oleh mama yang banyak ngajakin ngobrol. Aku pun turut membalas lambaian tangannya dengan kikuk dan salah tingkah, antara bingung dan malu. Mama yang berdiri di belakangku tampak tersenyum menggoda melihat anak gadisnya sedang salah tingkah. Aku berbalik ke mama dan mengajaknya untuk pulang tapi mama menjawil hidungku karena keliatan memerah malu, apaan sih mom. Perjalanan kami pulang pun disertai ejekan dari mama yang sedang bertelpon ria dengan papa melaporkan kejadian di mall tadi siang. Aku duduk pasrah di sebelah mommy dan siap siap di rumah akan diledekin papa juga. Nasib nasib.....
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN