Ten. Liburaaaaannn

1509 Kata
Mentari menyinari pagi mengganti waktu dari malam menjadi siang, mengawali masa rehatku di semester pertama dengan segala aktivitasku yang menyita banyak waktu dan tenaga. Akhirnya ada sedikit jeda untuk aku bisa beristirahat setidaknya ada waktu buat hang out sejenak setelah usai menyelesaikan Final assessment for this term dan kegiatan sekolah baik lomba lomba dan OSIS. And you know guysss finally aku mau punya adik dooongg, hepiii banget rasanya bisa punya sibling. Sesudah berbagai macam pemeriksaan buat mamaku dan usaha yang keras dari kedua orangtuaku dan tentu doa yang tiap hari tak lupa kupinta pada sang pecipta, dan sungguh aku bersyukur tak terkira dan tentu saja papaku yang sangat bahagia karena harapan dan doanya sungguh dapat terwujud di usia yang mungkin sebuah keajaiban bila hal yang satu ini dapat terjadi. Apalagi mamaku sampai kita berpelukan dan menangis bahagia karena keajaiban ini. Janjiku terucap untuk mau ikut jagain mommy, biar adikku segera bisa lahir dan aku uyel-uyel, hehehe maklum gemes banget liat bayi, karena selama ini hanya bisa liat sodara dari mama papa yang sudah berkeluarga melahirkan anak-anak mereka dan aku hanya bisa sebatas cium kening dan gendong mereka aja mau uyel uyel takut ditampol emak bapaknya hahahha. Usia kandungan mamaku memang masih muda baru 3 bulan jalan 4 makanya harus ekstra hati-hati dan aku sama papa sama-sama bantu ingetin mama kapan harus minum vitamin minum s**u hamil dan pasti bikin hepi mama agar mood nya always fine. Karena aku udah teenager saat mama hamil calon adikku jadi sedikit sedikit juga pengen tau about pregnancy dari mama. Eitts jangan nethink dulu kawan, bukan artinya aku belajar mau hamil but pastilah aku tanya macam macam kenapa bisa begini begitu, tentu aja penjelasan mommy sesuai dengan usiaku dan semua penjelasannya semata-mata untuk knowledge agar aku paham secara detail dan nggak setengah setengah informasi yang aku dapat. Mommy juga kasih penjelasan sedikit tentang s*x education yang harus aku ketahui disampaikan oleh mommy dengan tepat sesuai umurku. Tujuannya adalah agar aku pun tidak salah langkah dan nantinya juga tidak akan terjebak oleh situasi yang bisa aja aku temui di saat aku nggak sedang dengan orang tuaku. Well enaknya punya nyokap psikolog gini ya bisa tanya macem macem dengan perasaan terbuka tanpa ragu-ragu dan takut, karena lebih baik aku tanya hal-hal yang mungkin buat aku penasaran tapi kalo aku obrolin sama teman mungkin mereka sangkanya itu tabu atau nggak layak buat jadi bahan obrolan. Aku kadang memang penasaran sih beberapa hal seperti yang berkaitan dengan lawan jenis, kayak sahabatku Agustin tuh sering banget komporin aku kalo pacaran tuh enak tau tya, bisa kiss pacar yang rasanya bikin melayang, itu sih cerita versi dia dan tentu saja aku belum pernah ngrasain pacaran aja belum boleh. Nggak tau ya kadang aku bilang ke Agustin, Eh lo nggak takut dosa apa, emang ciuman dosa atau nggak bikin hamil gitu?  Kalo lo habis ciuman berbuat yang nggak nggak yang bisa jadi lo hamil, Jawabnya tanpa rasa canggung. Emang sih aku akui Agustin tuh kayak lebih luas gitu pengetahuannya tentang cowok, apa ya bisa jadi kakaknya juga kasih tau jadi dia kesannya Agustin fine fine aja dan ciuman sama cowok kayak biasa aja gitu nggak ada takut takutnya. Pagi ini hari pertamaku libur sekolah dan mama siang nanti ada jadwal mau periksa ke dokter kandungan. Berhubung Papa nggak bisa temenin visit ke dokter spog, jadilah aku yang akan pergi dan dengan senang hati sambil aku peluk peluk mama karena akhirnya bisa ikut ke dokter kandungan. Anyway kenapa aku bisa sebahagia itu karena aku memang penasaran gimana sih pemeriksaan ibu hamil dan emang beneran ya bisa liat apa yang ada di perut mommy, setiap kali itu yang muncul dalam benakku. Aku menunggu mama siap siap sambil membuka benda pipih pintar kali aja ada chat yang masuk. Walopun libur grup kelasku nggak ada yang namanya libur karena pasti ramai dengan info info yang kadang nggak penting atau hanya sekedar berbagi candaan. But pagi ini tumben namaku disebut dan jadi bahan chatingan di grup karena mungkin akunya jarang respon sekali nya aku respon sapaan pagi dari Indra jadi deh semua member yang ada di grup itu riuh menggoda krna tumben juga aku menjawab sapaan Indra sang ketua kelas. Emang sih entah kenapa juga aku pagi ini iseng jawab sapaan Indra di grup, trus salahku dimana coba, kan menjawab sapaan seseorang adalah hal yang biasa dan juga belum ada yang balas daripada kasian udah baik baik mau menyapa anggota grup ya masak dicuekin. "Ehh cieee ada yang tumben nih respon bang Indra." ujar Surya biang rusuh memulai keramaian di grup. "Wow kemajuan deh Tya udah mau meramaikan grup ini biasanya kirim stiker emoticon doang, ciee, aku mencium aroma aroma akan ada yang jadian di kelas kita gaeess." Agustin turut bikin heboh sekalian tuh. Kalo Surya versi cowok nah Agustin ini yang versi cewek biang ribut di grup dan mereka berdualah yang biasanya bikin chatingan di grup ini jadi semarak. "Heh pagi pagi jangan jadi kompor dong lo!" belaku agar nggak menyinggung salah satu pihak. "Wuiih rame bener nih pagi-pagi niat beet baru aja nggak temu fisik sehari udah rindu aja neng Tya." giliran Sandy temenku yang lain ikut ramein grup chat. Daaaannnn teman temanku lainnya yang akhirnya bikin aku jadi males nanngepi obrolan di grup karena isinya semua godain aku dan Indra, dan tersangka satunya nggak muncul kembali juga setelah ngasih emoticon jempol doang. kok kayak berasa Indra kabur dan lepas tangan yaa, dasar cowok nggak mau ribet keluhku dalam pikiranku. Aku berangkat ke rumah sakit sama mama dan di sinilah kita berada di klinik obgyn dokter langganan mama dari semenjak aku dalam kandungan mama. Tiba giliran mama diperiksa dan mama menggandengku masuk ke ruangan agar aku ikut melihat pemeriksaan ibu hamil yang bikin aku penasaran. Rasa ingin tauku terbayar sudah, yaah aku takjub saat melihat layar usg yang dapat melihat dengan jelas apa yang terjadi di dalam kandungan mamaku dan aku pun turut bertanya ke mama flashback tentang aku apa juga demikian saat aku masih di perut mama. Iya dong Tya kamu juga sama kayak calon adikmu ini waktu di perut mama. masih bulat item gitu kan sesuai dengan usia kandungannya. Mama turut menjelaskan agar rasa ingin tauku terjawab. bahkan aku turut mendengarkan detak jantung baby melalui alat yang memang digunakan untuk dapat mendengar detak jantung baby. Rasa takjub aja gitu yang ada dalam diriku saat ini dan tentu mamaku turut bahagia dengan pemeriksaan kali ini karena semuanya baik-baik  saja dan setelah semuanya selesai kami meninggalkan ruang periksa dan aku mengajak mama makan siang di salah satu mall yang tak jauh dari rumah sakit dimana tempat kami datangi tadi. Pilihanku dan mama jatuh ke sebuah restaurant jepang dan kami pilih menu sushi untuk memanjakan perut kami dan tentu juga adik bayiku. "Aaah kenyangnya perut ini." ujarku sambil mengelus perut yg tak menyembul sedikitpun walaupun mau makan sebakul, hehehe maklumin deh turunan nggak bisa gemuk meski makan banyak. "Mau nambah lagi nggak sayang? tanya mommy sambil kembali memasukan satu suap potongan sushi untuk mommy sendiri. "Udah ah mom kenyang nih." jawabku. "Oke kalo gitu habis ini kita liat baju baju baby ya nak, punya kamu dulu udah entah kemana diminta keponakan mama yang punya baby." "Iya kali mom, masak adik mau pake punya Tya waktu bayi kan udah lama banget yang ada udah jadi fosil baju bajunya." jawabku sambil setelahnya menegukkan ocha untuk melonggarkan tenggorokanku. "Heem juga ya, hehehe ngertiin mommy dong sayang kan mommy berasa kamu baby nya mommy sepanjang waktu jadi kayaknya masih kemarin aja kamu itu bayinya." "Idiih mommy nii yaa masak Tya baby terus nggak besar besar dong, padahal dulu kalo doain waktu tiup lilin ulang tahun aja gini, cepet besar ya nak and bla...bla...bla, laah ini malah berasa masih bayi gimana sih mommy." "Mama sama papa kan selalu panggil kamu baby kalo kamu manja pengen minta sesuatu, jadi menurut mama dan papa ya kamu itu babynya kami sepanjang masa." terang mama agar aku nggak komplain lagi. "Udah yuk mama udah selesai, kamu juga kan?" tanya mama dan segera berdiri untuk membayar makanan kami di kasir dan beranjak menuju baby store. Kami berdua berjalan menuju baby store yang ada di mall ini yang letaknya pun tak jauh dari tempat kami makan siang barusan sambil kupeluk lengan mama dan menikmati our time, mommy and daughter yang memang jarang kami lakukan mengingat padatnya jadwal kegiatan belajarku dan ekstra di sekolah. Pandanganku pun ikut berkeliling melihat lihat apapun sepanjang aku menuju baby store dan tiba-tiba arah mataku terpaku pada seseorang yang sedang berdiri di sebelah pinggir tepat di depan baby store yang akan aku datangi bersama mama. Sosok yang selama ini buat aku rindu dan muncul saat tiba-tiba aku mengingatnya hanya mengingatnya tapi tanpa bisa aku menghubunginya karena tidak tau gimana caranya, nomor kontaknya aja nggak tau, aku terlalu gengsi untuk minta pada Agustin yang jelas dia bisa aja tau dengan mudahnya. Entah kenapa dan darimana keberanian diri ini untuk memanggil namanya terlebih dulu apa karena rasa rindu yang sudah tak terbendung atau hanya keinginanku untuk langsung menyapanya karena aku merasa mengenalnya, nggak tau lagi deh apa ini, yang sedang aku rasa saat ini???
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN