One. Morning Drama

784 Kata
Alarm mulai berdering membangunkan seorang gadis remaja yang akan mulai memasuki tahun ajaran baru di grade yang mulai berubah juga dari junior high school ke high school periode. Setelah libur panjang kelulusan dari grade yang sebelumnya Tia begitu gadis itu disapa, harus segera membuka mata dari nyenyak tidur nya semalam. " Ahhh...kenapa berisik sekali sih, matanya enggan terbuka namun tangannya sibuk menggapai dan mencoba melenyapkan sumber suara yang mengganggu mimpi indahnya. Setelah berhasil didapati dan tak lupa menekan tombol off pada jam weker nya yang sudah tentu Tia hafal dimana letaknya meski tanpa membuka mata. Tia lalu kembali menarik selimutnya untuk melanjutkan mimpi indahnya, entah apa yang ada dalam mimpinya hingga membuatnya betah untuk berlama-lama hanyut dalam bunga tidurnya. Padahal ini hari pertamanya untuk masuk sekolah dan pastilah ada serangkaian aktivitas yang tak boleh dilewatkannya sebagai siswa baru. " Tia...Tia...Tia heey baby come on wake up honey, your first day school, right! Teriak mama Tia, menarik selimut anak gadisnya dan membuka gorden jendela kamar agar cahaya mentari masuk dan tepat mengenai wajah putih Tia. 5 minutes more mom please, pintanya dan masih dalam mode muka bantal. Nggak bisa, kamu bisa terlambat jika mommy menuruti kemauanmu. Ayolah sayang kayaknya semalam kamu udah nggak sabar buat kembali ke sekolah deh, tapi kenapa sekarang malah jadi malas bangun sih. Ayooo Tia cepetan banguunnn, atau mommy batalin aja ya liburan ke Bali tahun baru nanti. Nooo!!!Mom please, seketika membuat Tia beranjak dari peraduannya dan bergegas menuju kamar mandi dan mulailah hari pertamanya sekolah dengan beragam drama di pagi hari. Mama Tia hanya bisa menggeleng melihat tingkah laku anak gadisnya yang sebentar lagi masuk usia SMA. Rasanya baru kemarin dia belajar berjalan dan berkata ma...ma...ma, sekarang anak itu sudah akan dewasa, tapi tingkahnya masih aja kekanakan. Ooh my... Times goes flies, gumam mama Tia sambil merapikan tempat tidur. Tak lama kemudian muncullah Tia dari kamarnya dengan seragam putih abu-abu khas anak SMA, menuju meja makan untuk sarapan bersama. Kebiasaan baik keluarga Tia di pagi hari yaitu wajib untuk sarapan no debat! Eheem, ciee yang jadi anak SMA ujar papa Tia yang sejak 15 menit lalu sudah siap di meja makan menunggu putri kesayangannya untuk sarapan. Apaan sih pah, biasa aja kalik namanya juga manusia itu bertumbuh masak iya Tia jadi anak TK terus nanti dikira papah sama mommy nggak kasih makan dong jadinya kecil terus. Bukan begitu sayang, anak papa ini kalo digodain sekata balasnya berkata-kata, iyaa deh papa kalah. Papa hanya merasa bahagia, anak papa satu satunya udah gede aja, bentar lagi papa mama mau ditinggal deh karena bentar lagi mau dibawa orang(alias menikah). Yaaahh nanti papa mama sama siapa dong kalo kamu udah pergi, keluh papa Tia sambil pasang wajah melow. Makanya Tia bikinin adik dong biar nggak sepi nih rumah. Balas Tia sambil kedip kedip mata di depan papanya. Bilang sana sama mommy kamu, bisik papa Tia di balik koran yang sedang dibacanya. Percakapan Ayah dan putrinya tersebut disambut kedatangan sang ibu sambil membawa jus jeruk kesukaan Tia saat sarapan, Eheem apaan ya bisik bisik nggak jelas gitu papa sama anak sama aja. Ihh mommy yang namanya bisik bisik pasti nggak jelas laah, kalo jelas itu namanya berteriak. Ayooo mom kapan nih Tia punya adik biar nii rumah jadi rame bener nggak pah. lirik Tia ke arah papanya yang segera menyesap kopi di cangkir dan melihat ke arah istrinya seolah memohon persetujuan. Blussh sang istri tampak merona dan seketika mengalihkan pembicaraan penting nggak penting ini meminta putrinya untuk segera menyelesaikan sarapannya. Quickly, or you gonna be late! Okay mommyku yang cantik dan baik jawab Tia dan segera menghabiskan sarapannya dan bersiap untuk berangkat ke sekolah. Hari ini kamu berangkat sama papa dulu ya Tia, kata papa sambil mengecup kening istrinya sebagai tanda kalo akan berangkat ke kantor. See you honey, love you cuuuup, aku berangkat dulu ya. Take care dan jangn pulang malem malem ya pah, jawab mamaku. Ck bikin iri aja nih kalian berdua, decak Tia seolah tak terima orang tua nya bermesraan. Cuup nih kamu juga dapet morning kiss dari papah, kecup papa Tia diatas kepalanya tanda kasih sayang orang tua kepada anaknya. Jangan kiss nya aja dong pah uang saku jangan lupa, tangan Tia dengan cepat menengadah untuk minta jatah uang saku sebagai ritual pagi sebelum berangkat ke sekolah. Ck, dasar anak mata duitan. sambil berdecak dan diambilnya lembaran 50 ribuan dari saku celananya dan mengulurkan lembaran tersebut ke tangan Tia. Momm Tia berangkat dulu yaa, cuuup, kecupan dan pelukan dari Tia untuk mamanya tersayang. Have anice day my love and don't forget to pray today, okay mom i will, byee mommy, see youu. Lambaian tangan Tia kepada mamanya dan bunyi klakson mobil yang mengiringi kepergian mereka berdua untuk melakukan aktivitas hari ini.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN