"Ehm!" Entah hanya perasaan Queen saja atau apa. Ia merasa kedua orangtuanya bertingkah aneh. Sedari tadi kedua orang itu menatapnya dengan tatapan linglung, cemas, tak berdaya, dan cemas. "Mama sama papa kenapa sih? Kok aneh gitu?" Oke. Queen tidak tahan lagi untuk menanyakannya. "Begini, sayang..." Queen masih menunggu penjelasan papanya yang menggantung. "Ada seorang pria yang melamarmu." "HAH?!!!!" Oh ayolah, siapa yang tidak akan kaget mendengar dirinya dilamar. Sementara diri sendiri masih kelas 11 dengan umur 15 tahun. Apa ini sebuah prank? "Kamu harus menerima lamarannya." Ucapan Key membuat Queen tercengang. "Queen masih kecil loh, ma." ujarnya masih dengan wajah yang terbengong-bengong. "Tenang saja, honey. Kalian akan bertunangan terlebih dahulu. Akan menikah setela

