"Ada tamu yang mencari anda di depan, boss." Rafa mengalihkan tatapannya dari berkas, menatap sekretarisnya yang baru saja berbicara itu. "Siapa?" "Saya gak tahu, boss. Baru pertama kali melihatnya mendatangi kantor kita." "Ya sudah. Suruh dia masuk." "Oke, boss." Sekretaris laki-lakinya itu pergi, tak lama kemudian muncul lah seorang pria tampan yang terbalut jas mahal dan mewah. "Selamat siang, Mr Purnama." "Ya, selamat siang. Silahkan duduk di sofa itu." Pria tampan yang masih tampak muda itu duduk di sofa ruangan. Rafa berjalan menghampiri dan duduk di sebrangnya. "Siapa kau? Ada urusan penting apa denganku?" tanya Rafa tanpa basa-basi. "Kedatanganku ke sini untuk menyatakan keinginan melamar anakmu." Mulut Rafa ternganga mendengar penuturan frontal pria tampan di depannya.

