Jillian terkejut mendengar suara seseorang yang sangat dikenalnya. Ia segera menoleh ke belakang dan benar saja, ia melihat Mea berdiri dengan mengenakan gaun putih tulang model one shoulder sambil menatapnya penuh dendam.
"Mea? Apa yang kamu lakukan di sini?" Jillian seketika bangkit berdiri dan menghadapkan tubuhnya ke arah Mea.
"Jangan basa-basi, Jillian! Kamu sudah mempermalukan diriku di depan banyak orang padahal kelakuanmu pun tidak jauh beda dengan w************n di luar sana!!!" Tangan Mea dengan cepat melayang dan ...
PLAKKKK!!!!
Jillian yang tidak siap hampir saja terjatuh ke samping ketika menerima tamparan Enya yang begitu keras.
"HEYYY!" Cruise seketika berdiri dan menahan tubuh Jillian yang hampir terjatuh sementara tangan satunya menahan tubuh Mea agar menjauh dari Jillian.
Jillian memegangi pipinya yang baru saja ditampar oleh Mea.
"Jillian ..." Cruise mengangkat dagu Mea untuk melihat kondisinya.
"It's okay, Cruise!" Jillian menepis tangan Cruise dari wajahnya dan kembali menatap Mea, tatapannya penuh dengan kebencian namun ia berusaha menahan perasaannya.
"Kamu membuat Elton dihajar oleh Julian seolah hanya Eltonlah yang bersalah!! Apakah Julian tau bahwa adiknya pun juga wanita yang tidak setia? Cih!" Enya berkata sambil menatap sinis kepada Cruise dan Jillian.
"Mea, aku memaafkanmu. Pergilah. Aku tak perlu menjelaskan apapun padamu!" Jillian berusaha menekan suaranya.
Bertengkar dengan Mea di ruangan terbuka seperti ini bukanlah tindakan yang bijaksana bagi Jillian. Lagi pula tuduhan Mea yang sembarangan hanya akan menimbulkan perdebatan yang panjang dan tak berujung sekalipun dijelaskan.
"Ohh! Kamu seperti iblis yang menyamar sebagai malaikat terang, Jillian!! Kamu memaafkanku???? Setelah kamu mempermalukanku seperti itu, kamu bilang kamu memaafkanku? Seharusnya kamulah yang harus meminta maaf padaku!!!!" Tangan Mea kembali terangkat hendak menampar Jillian lagi namun dengan cepat Cruise menahannya. Karena ia melihat Jillian hanya pasrah saja dengan perlakuan Mea yang kelewatan itu.
"Hey!! Jaga batasanmu, Lady ! Ini tempat umum! Jangan membuat keributan di sini!" Tangan Cruise dengan sigap menahan tangan Mea yang sudah berada di atas.
"Ohh! Apakah kamu sudah tau, bahwa kekasihmu ini adalah artis yang hebat? Dia berbuat seolah-olah dia dikhianati padahal dia sendirilah ..."
"Tutup mulutmu, Mea!!!" Jillian mulai habis kesabarannya.
"Kenapa? Kamu takut borokmu terbongkar?" Mea tersenyum sinis.
"Cruise, maaf aku tidak bisa makan di sini." Jillian menatap Cruise yang berdiri di sisinya lalu dengan kuat ia mendorong ke samping tubuh Mea agar tidak menghalangi jalannya.
"Hey!!! Mau kemana kamu, w************n??" Mea berteriak sehingga membuat orang-orang yang ada di sana jadi menoleh ke arahnya.
Sementara Cruise langsung mengejar Jillian yang berjalan dengan cepat. Mea tersenyum puas melihat Jillian pergi. Perasaan sakit hatinya sedikit terobati setelah ia berhasil menampar Jillian tadi. Tapi ... itu belum seberapa. Ia bertekad untuk membuat Jillian membayar rasa malunya di pesta itu.
"Jillian!" Cruise meraih tangan Jillian dan menahannya.
"Aku minta maaf, Cruise. Tapi aku tidak jadi mentraktir kalian. Besok saja kita lanjutkan. Sekarang, aku harus pulang." Jillian berkata sambil tangannya dengan kasar menghapus air bening yang mengalir di pipinya.
"Aku mengerti, tidak masalah. Tapi sebaiknya kami semua mengantarmu," kata Cruise sambil menatap Jillian yang terlihat sedih.
"Tidak usah, biarkan aku pulang sendiri saja," kata Jillian dan ia pun pergi dari sana. Sementara Cruise juga tidak berani mencegah Jillian yang terlihat sedang tidak ingin diganggu.
Butiran bening kembali turun membasahi pipi Jillian. Ia tidak memiliki ponsel, jadi bagaimana bisa dia memesan taxi online? Tapi perasaan Jillian yang kalut sama sekali tidak merasa bingung dengan itu.
"Jillian!" Jillian kembali mendengar suara yang sangat akrab di telinganya.
Namun ia semakin mempercepat langkahnya dan tidak mau menoleh ke belakang. Dengan kasar ia menghapus air yang terus mengalir dari matanya.
"Jill! Listen to me!"
"Lepaskan, Elton!!!!" Jillian dengan kasar mengebaskan tangan Elton yang menyentuh bahunya.
Sorot mata Jillian menunjukkan sorot mata yang ingin membunuh.
"Hey, I just wanna say ... sorry." Nada Elton terdengar melunak.
Jillian menatap Elton yang wajahnya babak belur bekas dihajar oleh Julian tadi pagi.
"Pergilah, Elton!! Kita sudah tidak ada hubungan lagi! Anggaplah kita tidak pernah saling mengenal satu sama lain." Jillian menatap Elton dengan serius.
Hatinya yang sedang terluka tidak dibiarkan terbaca oleh Elton.
"Siapa pria itu? Apakah dia kekasih barumu?" tanya Elton dengan rasa ingin tau. Ia menoleh ke belakang dan melihat Cruise berjalan ke arah mereka dengan langkah lambat penuh keraguan.
Mendengar pertanyaan itu, Jillian jadi tertawa sinis. Laki-laki di depannya ini sungguh tidak tau malu. Bagaimana bisa dia masih menanyakan hal konyol seperti ini?
"Aku bukan siapa-siapamu sekarang. Dan aku tidak harus menjelaskan apapun juga padamu! Pergilah!" Jillian melangkah dan meninggalkan Elton.
Namun Elton kembali meraih pergelangan tangan Jillian.
"Jill! Aku tau kamu marah padaku, tapi ..."
"Lepaskan!!!" Kali ini Jillian sangat marah melihat Elton masih berani menyentuhnya.
"Jillian!" Cruise berjalan cepat ketika Selena sudah bersamanya. Selena tanpa ragu menghampiri Jillian yang masih terlihat berdebat dengan Elton.
Melihat Cruise datang bersama dengan Selana, wajah Jillian yang tadinya sudah hampir mengeluarkan api, terpaksa harus ia padamkan lagi. Karena bertengkar di depan umum masih merupakan hal yang tabu bagi Jillian.
"Jillian, apakah kamu tidak apa-apa?" Cruise menatap Jillian dengan tatapan khawatir sementara Selena meraih tangan Jillian dan menggandengnya. Lalu mereka berdua sama-sama menatap Elton dengan tatapan tidak suka.
"Aku tidak papa, Cruise!" Jillian kembali menatap Elton dengan tatapan yang asing. Seolah ia sudah tidak lagi ingin mengenal pria yang ada di depannya ini. Sementara Elton juga menatap Cruise dengan tatapan tidak suka.
"Sebaiknya kita kembali, Cruise," kata Jillian lalu ia pun membalikkan badan dan meninggalkan Elton tanpa pamit. Cruise dan Selena mengikuti langkah Jillian yang cepat seolah Jillian ingin segera menghilang dari sana.
"Elton!! Apa yang kamu lakukan di sana?" Suara Mea yang berteriak bisa terdengar dengan jelas oleh Jillian dan teman-temannya.
Selena menoleh ke belakang sementara Cruise dan Jillian tidak mempedulikan teriakan Mea.
"Tidak ada, Mea! Ayo, kita masuk." Elton berjalan kembali masuk ke dalam restaurant itu dengan menggandeng tangan Mea.
"Kita sebaiknya memesan taxi," saran Cruise melihat Jillian terus saja berjalan tanpa mempertimbangkan bahwa jarak tempuh mereka masih sangat jauh.
"Iya, Cruise. Sebaiknya begitu," jawab Selena menyetujui.
Sementara Jillian seperti tidak mendengar ucapan kedua orang yang berjalan menemaninya. Ia terus saja sibuk dengan pikirannya sendiri. Saat ia sudah bersiap untuk menyembuhkan dirinya sendiri, ia malah bertemu dengan para pembawa penyakit itu lagi. Dadanya seperti kembali sesak mengingat cara Enya menatapnya dan mengata-ngatainya sedemikian rupa.
"Jill!!" Selena menarik tangan Jillian membuat lamunan Jillian buyar seketika.
"Eh! Apa?" sahut Jillian dengan nada kaget.
"Apakah kamu berniat pulang dengan berjalan kaki ? Jaraknya masih sangat jauh! Dan kita bisa sampai di hotel saat tengah malam dengan perut yang keroncongan!" protes Selena yang dari tadi sudah sangat kelaparan. Mendengar itu, Jillian jadi tersadar bahwa ini sudah jam makan malam dan sesuai janjinya, jam makan malam ini masihlah menjadi tanggung jawabnya.
"Kita makan di cottageku saja," sahut Jillian sambil kembali berjalan.
"Hey! Tapi kamu mau jalan kaki ke sana? Aku tidak sanggup lagi, Jill!" Selena berkata dengan nada merengek.
"Eh! Sudah, jangan cerewet. Sini naik ke punggungku!" Cruise yang melihat mood Jillian sedang tidak baik merasa harus sedikit mengalah.
"Ha? Kamu mau menggendongku? Tumben sekali, Kakakku!!" seru Selena dengan senang.
Dan sebelum Cruise berubah pikiran, Selena pun langsung lompat ke punggung Cruise yang langsung ditangkap oleh Cruise. Jillian langsung menatap ke arah kakak beradik itu dengan takjub ketika melihat aksi heroik Cruise dalam menggendong Selena. Dan Cruise dengan cuek terus berjalan mendahului Jillian yang masih terbengong menatapnya.
"Jill!! Ayo!! Nunggu apa kamu?" seru Selena dari atas punggung Cruise.
Sementara Jillian masih terlihat membatu melihat Selena tanpa dosa terus bertengger di punggung Cruise. Perjalanan ini masih jauh dan Cruise akan menggendong Selena sepanjang perjalanan ini? Yang benar saja!
"Ehm! Sel! Cruise! Sebaiknya kita telpon taxi saja!" Akhirnya Jillian terbuka pikirannya.
"Ah! Nggak usah! Aku lebih suka digendong Cruise seperti ini, Jill! Moment seperti ini hanya terjadi seratus tahun sekali kalo kamu mau tau! ... Eeeee ... Ehhhh, Cruise!!" Tubuh Selena dengan tiba-tiba meluncur ke bawah karena Cruise melepaskan tangannya yang menahan tubuh Selena dengan tiba-tiba.
"Jillian benar! Sebaiknya aku memesan taxi saja!" ucap Cruise sambil melepaskan Selena secara mendadak membuat Selena terkejut dan uring-uringan akhirnya.
Cruise tanpa mempedulikan Selena yang mencak-mencak, segera mengeluarkan ponselnya dan memesan taxi online. Jillian yang tadinya sebal jadi geleng-geleng kepala sambil menahan senyum melihat tingkah kedua orang bersaudara ini.
"Kita sebaiknya tunggu di sini saja," saran Cruise sambil memperhatikan rute taxi online yang sedang berjalan ke arah mereka melalui ponselnya.
"Tapi, di sini gelap, Cruise. Dan juga ... sepi!" Selena terlihat khawatir.
"Kan ada Cruise, takut apa kamu?" jawab Jillian santai. Ia tidak takut sama sekali walaupun jalanan itu sangat sepi dan hanya di lewati beberapa mobil saja. Di sebelah kanan kiri mereka terdapat pohon yang tinggi dan juga rumput liar yang tumbuh sembarangan. Sementara penerangan jalan jaraknya cukup jauh antara lampu jalan yang satu dengan lampu jalan yang lain, jadi memang ada beberapa bagian jalan yang terlihat gelap.
Sebuah mobil berhenti di samping mereka bertiga yang sedang berdiri menunggu taxi. Kaca mobil tersebut dibuka dan muncul wajah Mea yang tertawa sinis.
"Ah! Kasihan sekali kamu ini! Malam-malam begini masih berada di tengah jalan, apakah kekasihmu tidak bisa menyewa sebuah mobil di sini? Sehingga harus mengantarmu dengan berjalan kaki? Haha! Makanya, nggak usah sok jadi malaikat dan sok baik di depan orang! ..."
"Mea! Sudahlah!" Terdengar suara Elton dari balik tubuh Enya. Dan terlihat tangan Elton menarik bahu Mea agar berhenti menghina Jillian.
"Kenapa? Apakah kamu menyesal karena dia telah meninggalkanmu? Atau kamu ingin membelanya sekarang? Hm?" Mea menatap Elton dengan tajam.
"Kamu ini! Kenapa jadi sering marah-marah seperti ini?" Elton berkata dengan nada mengeluh.
"Kamu sudah dihajar Julian seperti itu tapi kamu malah pasrah! Bukankah sekarang kamu bisa melihat bahwa dia pun melakukan hal yang sama padamu?" Mea masih terlihat tidak terima.
Jillian tiba-tiba tertawa, membuat Elton dan Mea menatapnya dengan bingung.
"Ini adalah malam pertama kalian, sebaiknya kalian jangan bertengkar. Nikmatilah malam ini bersama-sama seperti yang biasa kalian lakukan di belakangku. Maaf aku tidak tertarik mendengar pertengkaran kalian yang nggak penting!" Jillian menatap Mea dan Elton dengan tatapan sinis.
"Jill, mobil kita sudah tiba." Cruise mengingatkan.
Ia menarik tangan Jillian agar segera menjauh dari kedua mahluk yang tidak menyenangkan itu. Sementara Selena sudah masuk terlebih dahulu ke dalam mobil.
"Dan maaf, aku harus pergi. Oh ya, sebaiknya kita tidak bertemu lagi sampai selamanya. Dan jika kita tanpa sengaja bertemu, tolong jangan menyapaku," Jillian berkata sambil mengikuti Cruise yang menarik tangannya menuju mobil yang menunggu mereka. Sementara Mea masih menatapnya dengan tatapan penuh kebencian.
Mobil yang dinaiki Jillian akhirnya mendahului mobil Elton yang masih berhenti. Dan Jillian sama sekali tidak tertarik untuk menoleh ke arah mereka berdua.
Suasana di dalam mobil itu menjadi hening. Hari ini Cruise dan Selena melihat banyak tragedi yang menimpa teman baru mereka. Keliatannya hidup Jillian sangat rumit akhir-akhir ini.
Sementara itu, Jillian berusaha melupakan apa yang baru saja ia alami. Ia bertekad bahwa ketika dia meninggalkan Indonesia nanti, dia tidak mau lagi mengingat apa yang sudah ia alami selama di sini. Dan benar-benar sebuah kesialan ia malah bertemu dengan sepasang kekasih pengkhianat itu malam ini.
"Jadi itu calon suamimu, Jill?" tanya Selena membuyarkan lamunan Jillian.
"Eh, iya!" Jillian menjawab dengan spontan.
"Dan wanitanya adalah sahabatmu?" Selena melihat Jillian yang membuang tatapannya ke arah kaca mobil.
"Iya, sudahlah. Aku ingin melupakannya, Selena," sahut Jillian lirih.
Cruise yang duduk di depan melirik ke arah Jillian sekilas. Jillian masih saja menatap ke arah kaca samping mobil dengan tatapan kosong.
"Apakah kamu baik-baik saja?" Selena menyentuh bahu Jillian.
"Iya, aku baik-baik saja, tidak perlu mengkhawatirkanku, Selena," jawab Jillian sambil berusaha tersenyum lalu ia kembali menatap ke arah jendela.
Cruise memberi kode kepada Selena melalui matanya untuk tidak mengganggu Jillian sementara waktu. Cruise merasa Jillian ini sedikit tertutup orangnya dan biasanya orang yang tertutup sangat tidak nyaman ketika ada orang lain yang terlalu mengorek urusan pribadinya.
Perjalanan mereka akhirnya tiba di tujuan. Mereka semua turun dan Jillian mengajak mereka untuk makan di restaurant di cottage tempat Jillian menginap.
"Ah, di sini juga ada menu babi guling. Jadi apakah kalian mau pesan itu?" Jillian tersenyum puas ketika membaca buku menu.
"Ya! Aku mau itu, apakah kamu juga, Cruis?" Selena menoleh ke arah kakaknya yang dari tadi memandangi Jillian dengan seksama.
"Oh! Ya! Ya tentu saja aku mau itu!" Cruise seperti tersentak dari lamunannya.
Jillian pun pergi dan memesankan mereka makanan khas bali, yaitu babi guling.
"Cruise, apa yang sedang kamu pikirkan? Keliatannya kamu memperhatikan Jillian terus dari tadi?" Selena bertanya ketika Jillian sedang tidak ada di tempatnya.
"Ehm! Tidak ada! Sudah! Kamu jangan ikut campur urusan orang!" Cruise mengibaskan tangannya menandakan ia sedang tidak ingin diganggu.
Melihat itu, Selena jadi memutar bola matanya ke atas.
"Cruise! Aku pikir aku ingin menginap di sini malam ini untuk menemani Jillian, apa boleh?" Selena memiringkan wajahnya sambil menatap Cruise yang terlihat asyik dengan lamunannya sendiri.
"Apa dia memperbolehkan? Terserah kamu saja!" Crusie berkata cuek sambil mengangkat bahunya.
****
Next chapter :
"Tap-tapi aku tidak bisa menerimanya, Cruise! Aku harus menggantinya," kata Jillian setelah ia sadar bahwa Cruise ternyata membelikannya ponsel Iphone 12 pro Max yang harganya ribuan dollar.