56

935 Kata

Sore itu, cahaya matahari menerobos masuk lewat jendela kamar bayi yang baru dicat warna krem lembut. Tirai bergambar awan melambai pelan, diterpa angin. Di dalamnya, Shila berdiri di ambang pintu dengan tangan memeluk perutnya, matanya tak henti -henti menatap sekeliling. Lemari kecil untuk baju bayi sudah tertata rapi. Box bayi putih dengan selimut halus dan boneka bulan sabit tergantung di sisi ranjang. Di rak gantung, botol -botol kecil berisi sabun bayi, minyak telon, dan lotion beraroma lavender tersusun seperti pajangan. Shila memutar badannya pelan dan kembali ke ruang tengah, di mana Arga sedang duduk sambil mencatat sesuatu di buku kecil. "Aku masukin lagi dua nama yang tadi kamu sebutin," ujar Arga tanpa melihat ke atas. Shila duduk di sebelahnya, bersandar manja ke bahunya.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN