57

1304 Kata

Sore itu, awan kelabu mulai menggantung di langit. Angin bertiup pelan, membawa aroma tanah basah dari hujan yang turun semalam. Di dalam rumah kecil yang kini dipenuhi kehangatan persiapan menyambut anggota keluarga baru, Shila mulai merasakan sesuatu yang berbeda di tubuhnya. Awalnya hanya seperti rasa nyeri ringan di bagian bawah perut. Ia duduk di sofa sambil memegang cangkir teh hangat, mencoba mengabaikan sensasi itu. Tapi ketika rasa nyeri datang lagi dengan intensitas yang lebih kuat, Shila mulai panik. "Bee …" panggilnya pelan, tapi cukup jelas untuk membuat sang suami segera keluar dari dapur, masih membawa lap di bahu. "Kamu kenapa?" tanya Arga, matanya langsung menelusuri wajah Shila yang pucat. "Aku … kayaknya kontraksi. Tapi enggak tahu juga, rasanya beda. Sakitnya mulai

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN