Pagi -pagi sekali, suara tangis bayi kembali membelah sunyi kamar rawat rumah sakit. Shila langsung terbangun dengan naluri seorang ibu yang mulai terbentuk secara alami, meski tubuhnya masih terasa lelah. Ia menggapai Naya yang mulai menangis di box kecil di samping tempat tidurnya. Arga juga segera bangun dari sofa kecil di sudut ruangan. Rambutnya acak -acakan, wajahnya masih mengantuk, tapi begitu melihat Nayara menangis, ia langsung berdiri dan menghampiri. "Popoknya penuh?" gumam Arga pelan, lalu mengambil kain bersih dan perlengkapan mengganti popok dari tas perlengkapan bayi yang sudah mereka tata rapi semalam. Shila mengangguk. "Iya, mungkin juga lapar. Tapi bantu aku ganti popoknya dulu, ya." Dan begitu saja, dimulailah hari -hari pertama mereka sebagai orang tua. *** Tiga

