63 (TAMAT)

617 Kata

Pagi terakhir di vila terasa begitu syahdu. Udara segar, matahari hangat, dan kicau burung membuat suasana begitu damai. Shila duduk di beranda sambil memangku Nayara yang baru bangun. Bayi mungil itu masih menguap kecil sambil menggeliat. Tak lama kemudian, Arga keluar dengan secangkir kopi di tangan. Rambutnya masih acak -acakan, tapi senyumnya tetap menawan. "Pemandangan paling indah pagi ini bukan gunung, bukan langit, tapi kalian berdua," ujarnya sambil duduk di samping Shila. Shila terkekeh, "Astaga … gombal pagi- pagi." Arga mencium kepala Nayara lalu menatap Shila dalam. "Tapi aku serius, La. Aku bersyukur banget punya kamu sama Nayara. Aku ngerasa hidupku lengkap." Shila menunduk, menahan senyum. Ada rasa hangat yang memenuhi dadanya. "Aku juga, Ga. Aku nggak pernah bayangin

Cerita bagus bermula dari sini

Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN