62

1340 Kata

Beberapa minggu kemudian, kehidupan rumah tangga mereka makin terasa hangat meski dengan rutinitas yang padat. Shila sudah terbiasa begadang, sementara Arga selalu berusaha ikut terjaga meski kadang kalah dengan kantuknya. Suatu pagi, setelah berhasil menidurkan Nayara kembali, Shila turun ke dapur. Ia mendapati Arga sibuk di meja makan. Ada piring berisi roti bakar dengan taburan cokelat, telur mata sapi yang masih panas, dan segelas s**u. "Eh, kamu masak sendiri?" tanya Shila sambil mengucek matanya. Arga menoleh dengan wajah penuh percaya diri. "Yes, breakfast ala papa ganteng. Biar mamanya Nayara nggak kecapekan." Shila tertawa kecil. "Telurnya gosong dikit," ujarnya sambil mencubit pinggang Arga. "Namanya juga usaha," balas Arga pura -pura tersinggung. "Yang penting niatnya tulus

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN