Malam itu, setelah seharian menghabiskan waktu di taman, rumah mereka terasa lebih hangat dari biasanya. Shila sudah memandikan Nayara dan menidurkannya di kamar bayi, sementara Arga menyiapkan teh hangat di dapur. Aroma chamomile memenuhi ruang tengah, membuat suasana jadi tenang. Begitu Shila keluar dari kamar bayi, ia melihat Arga duduk di sofa dengan hoodie abu -abu favoritnya, memandangi meja yang sudah dipenuhi camilan ringan dan lilin kecil yang menyala redup. "Ini … apa?" tanya Shila sambil tersenyum heran. Arga menoleh, matanya lembut. "Kita sudah lama enggak ngobrol berdua tanpa distraksi. Malam ini … Nayara sudah tidur, dan aku cuma mau punya waktu sama istri aku." Shila mendekat, duduk di sampingnya. "Kamu sengaja nyiapin ini semua?" Arga mengangguk pelan, lalu menggenggam

